Macam-Macam Puasa Sunah (Puasa Senin-Kamis, Syawal, Arafah, Daud, Asyura, Sya'ban, dan Puasa Yaum Bidh 13, 14, 15)

a. Puasa Senin-Kamis
       Dinamakan puasa Senin-Kamis karena puasa ini dilakukan pada hari Senin dan Kamis setiap minggunya di luar bulan Ramadan. Rasulullah saw. sering melaksanakan puasa
Senin-Kamis semasa hidupnya sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a.
 Artinya: Dari ’Aisyah r.a. Ia berkata, ”Bahwasanya Nabi Muhammad saw. selalu memilih puasa hari Senin dan hari Kamis.” (H.R. Tirmizi)

b. Puasa Syawal
      Puasa Syawal adalah puasa yang dilaksanakan selama enam hari pada bulan Syawal, tetapi tidak dilakukan pada tanggal 1 Syawal. Hal ini karena tanggal 1 Syawal adalah hari raya Idul Fitri yang diharamkan berpuasa. Menunaikan ibadah puasa Syawal tidak harus berurutan harinya asalkan masih dalam bulan Syawal. (Ensiklopedi Hukum Islam 4.1997: halaman 1430)
      Menunaikan puasa Syawal dianjurkan oleh Rasulullah, sebab puasa Syawal merupakan pelengkap bagi puasa wajib bulan Ramadan. Selain itu, pahala melaksanakan puasa
Syawal sangat besar. Sebagaimana yang telah disabdakan
Rasulullah saw. dalam hadisnya yang berbunyi seperti berikut.
 Artinya: Dari Ayyub, Rasulullah bersabda: ”Barang siapa yang telah berpuasa pada bulan Ramadan kemudian ia mengikutkannya dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka puasanya itu seperti puasa sepanjang tahun.” (H.R. Muslim)

c. Puasa Arafah
      Arafah adalah nama sebuah padang yang terletak di Mekah. Padang Arafah terletak lebih kurang 25 km dari Mekah. Di padang inilah umat Islam yang menunaikan ibadah haji melaksanakan wukuf pada tanggal 9 Zulhijah.
 Wukuf dimulai sejak tergelincirnya matahari hingga terbit fajar tanggal 10 Zulhijah.
Pada saat jamaah haji melaksanakan wukuf, umat Islam yang sedang tidak menunaikan ibadah haji disunahkan menunaikan puasa. Puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah disebut puasa Arafah. Allah swt. Menjanjikan pahala yang sangat besar bagi orang yang melaksanakan puasa Arafah. Pahala yang dijanjikan Allah swt. Adalah dihapusnya dosa kecilnya selama dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. Perhatikan sabda Rasulullah saw. berikut ini.

Artinya: Dari Abu Qatadah, Nabi Muhammad saw. bersabda: ”Puasa di hari Arafah itu menghapuskan (dosa kecil) dua tahun, satu tahun dosa yang telah lalu, satu
tahun dosa yang akan datang.” (H.R. Muslim)
     Selain puasa sunah yang telah dibahas di depan, ada beberapa puasa sunah lain yang dianjurkan Rasulullah saw. untuk kita laksanakan. Puasa-puasa sunah tersebut sebagai berikut.
1) Puasa Daud, yaitu berpuasa satu hari dan berbuka satu hari (berselang hari). Puasa Daud sangat baik dikerjakan jika kita ingin memperbanyak keutamaan pahala puasa.
Rasulullah bersabda yang artinya, Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: ”Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari, itu puasa Nabi Daud dan itulah seutama-utama puasa. Maka aku berkata, ’Saya sanggup lebih dari demikian.’ Jawab Rasulullah saw. tidak ada yang lebih utama dari itu.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
2) Puasa Tasr’a dan ’Asyura, yaitu puasa sunah pada tanggal 10 Muharam (hari ’Asyura). (Ensiklopedi Hukum Islam 4.1994: halaman 114) Rasulullah sangat menganjurkan kita untuk berpuasa pada hari tersebut. Sebagaimana sabdanya yang artinya, ”Dari Abu Qatadah, Rasulullah telah berkata: ’Puasa hari ’Asyura itu menghapuskan dosa satu tahun yang telah lalu’.” (H.R. Muslim)
3) Puasa Sya’ban, yaitu puasa yang dilaksanakan pada bulan Sya’ban sesering mungkin. Sabda Rasulullah dari Aisyah r.a. ia berkata, ”Saya tidak melihat Rasulullah saw. menyempurnakan puasa satu bulan penuh, selain bulan Ramadan dan saya tidak melihat Rasulullah pada bulan-bulan lain berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
4) Puasa pertengahan bulan (Yaum Bidh), yaitu puasa yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Qamariah kecuali bulan Zulhijah. (Ensiklopedi Hukum Islam 4. 1994: halaman 114) Rasulullah bersabda yang artinya, ”Dari Abu Zar Rasulullah saw. berkata: ”Wahai Abu Zar, jika engkau hendak berpuasa hanya 3 hari dalam satu bulan, hendaklah engkau berpuasa tanggal 13, 14, dan 15.” (H.R. A.hmad dan Nasa’i)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Macam-Macam Puasa Sunah (Puasa Senin-Kamis, Syawal, Arafah, Daud, Asyura, Sya'ban, dan Puasa Yaum Bidh 13, 14, 15)"

Posting Komentar